Thursday, September 21Keris Semar ll Rahasia Pesugihan dan Pengasihan Paling Legendaris

Napak Tilas Tokoh-Tokoh Mistik Kejawen

Napak Tilas Tokoh Mistik KejawenNapak Tilas Tokoh-Tokoh Mistik Kejawen – Mistik kejawen merupakan budaya Jawa yang sudah ada sejak zaman dulu, zaman di mana Pulau Jawa masih dihuni oleh segelintir manusia. Bahkan, mistik kejawen sudah ada sejak manusia pertama menempati Pulau Jawa, yakni jaman para dewa-dewi. Dalam rentang waktu yang sangat panjang, dari masa awal keberadaan manusia pertama kali di Pulau Jawa sampai sekarang, telah lahir sederet tokoh mistik kejawen yang ajarannya banyak diikuti oleh para penganut kejawen saat ini.

Siapa sajakah mereka? Dari sekian banyak tokoh mistik kejawen yang ada, di sini Saya hanya akan menjelaskan beberapa  tokoh mistik kejawen saja, dimana  tokoh tersebut  ajaran-ajarannya sampai saat ini masih dilestarikan dan dipraktikkan oleh para penerusnya. Mereka adalah Prabu Jayabaya dan  Ki Ageng Selo.

]ayabaya

Tokoh mistik kejawen pertama dan yang termasyhur adalah Prabu Jayabaya. Nama Jayabaya sangat populer tidak hanya di kalangan masyarakat tradisional Jawa, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebab, adanya ramalan kuno yang disebut Jangka Jayabaya40, yang isinya seputar kemerdekaan Indonesia tahun 1945, adalah benar.

Perlu Anda ketahui, Hingga saat ini, banyak orang yang percaya bahwa ramalan Prabu Jayabaya tersebut mengandung kebenaran. Karena itu, oleh orang Jawa, Prabu Jayabaya sangat dihormati (sebagai salah satu tokoh mistik kejawen). Prabu Jayabaya hidup pada abad ke-9 menurut perhitungan waktu Jawa.

Prabu Jayabaya adalah raja Kerajaan Daha dengan singgasananya di Kediri yang saat itu dikenal sebagai Kedi. Jayabaya bukan hanya seorang raja yang baik, namun juga ahli perbintangan.


Baca Juga:


Dimana Ramalan Jayabaya yang disebut Jangka Jayabaya itu memang bukan ramalan untuk kehidupan pada zamannya saja. Jangka Jayabaya dipercaya sebagai ramalan untuk masa depan mengenai kehidupan masyarakat di Tanah Jawa. Itulah mengapa, Prabu Jayabaya dikenal sangat sakti. Bahkan, karena kesaktiannya yang luar biasa

Adapun isi ramalan Jayabaya secara umum mengandung beberapa tema sebagai berikut:

  • Ramalan tentang perjalanan negara di Nusantara/ Indonesia.
  • Sikap ratu/pemimpin yang baik, yang seharusnya dilakukan dan sikap jelek yang pantang dilakukan.
  • Contoh perilaku ratu/pemimpin yang bisa menjadi panutan.
  • Sikap pamong/priyayi/birokrat dan tingkah laku manusia di masyarakat pada saat tertentu.
  • Gejolak alam, yaitu berbagai bencana alam termasuk wabah dan penyakit, perubahan iklim, serta kondisi geologis/geografis.
  • Watak dan tindakan manusia yang mempengaruhi kehidupan secara umum, keadaan negara, dan perilaku alam.

Sabda-sabda Prabu Jayabaya dihafal dan disebarkan oleh para pengikutnya secara lisan maupun tertulis. Salah satu versi Serat Jayabaya ditulis oleh pujangga yang tidak asing lagi bagi orang Jawa, yakni Ranggawarsita.

Ki Ageng Selo

Tokoh mistik kejawen berikutnya yang tak kalah tenarnya dengan Prabu Jayabaya adalah Ki Ageng Selo. la adalah mistikus Jawa yang cukup populer. la adalah legenda di Tanah Jawa, sosok figur ulama di daerah Selo.

Menurut silsilah, Ki Ageng Selo adalah cicit atau buyut dari Brawijaya terakhir. la adalah moyang (cikal bakal) dari pendiri Kerajaan Mataram, yaitu Sutawijaya. Kyai Ageng Selo atau juga dikenal Ki Ageng Ngabdurahman adalah guru dari Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir), pendiri Kesultanan Pajang.

Nama asli Ki Ageng Sela, menurut sebagian masyarakat, adalah Bagus Sogom. Menurut naskah-naskah babad, Ki Ageng Selo dipercaya sebagai keturunan langsung Brawijaya, raja terakhir Majapahit.

Kisah hidup Ki Ageng Selo pada umumnya bersifat legenda menurut naskah-naskah babad. Meski demikian, sebagian. masyarakat Jawa meyakini jika kisah tersebut benar-benar terjadi.

Ki Ageng Selo juga dikisahkan pernah menangkap petir ketika sedang bertani. Petir itu kemudian berubah menjadi seorang kakek tua yang dipersembahkan sebagai tawanan untuk Kesultanan Demak. Namun, kakek tua itu akhirnya berhasil kabur dari penjara. Untuk mengenang kesaktian Ki Ageng Selo, pintu masuk Masjid Agung Demak kemudian disebut Lawang Bledheg (pintu petirj, dengan dihiasi ukiran berupa ornamen tanaman berkepala binatang bergigi runcing, sebagai simbol petir yang pernah ditangkap Ki Ageng Sela.

Ki Ageng Selo juga meninggalkan warisan berupa ajaran moral yang dianut keturunannya di Mataram. Ajaran tersebut berisi larangan-Iarangan yang harus dipatuhi apabila ingin mendapatkan keselamatan, yang kemudian ditulis oleh para pujangga dalam bentuk syair macapat berjudul Pepali Ki Ageng Selo.

196 total views, 2 views today

Baca Juga:

error: Content is protected !!