Sunday, January 21Keris Semar ll Rahasia Pesugihan dan Pengasihan Paling Legendaris

Mengenal Pamor Keris

Pamor KerisPamor Keris – Pamor berasal dari kata amor atau awor yang berarti berpadu atau paduan dalam Tosan Aji, pamor menempati fungsi fisik sebagai tulang dari senjata atau Tosan Aji, kemudian besi sebagai bahan pengikat, sementara baja merupakan penajam bilah. Selain sebagai tulang dari senjata atau Tosan Aji tersebut, pamor juga berfungsi sebagai motif hiasan dari Tosan Aji, selain itu pamor juga merupakan hiasan dan fungsi simbol metafisis.

Jaman dahulu Pamor Keris sering kali dijadikan sebagai simbol kedudukan atau prestasi tertentu, contohnya adalah pada Kerajaan mataram yang dipimpin oleh Kanjeng Sultan Agung Anyakrakusuma, saat itu para lurah prajurit atau prajurit biasa yang berprestasi, biasanya mendapatkan hadiah berupa keris atau tombak yang dihias serasah emas dengan pamor Sada Sakler atau motif trisula dan Sapit Landak, sedangkan untuk para perwira prajurit diberi hadiah berupa tosan aji berserasah emas dengan motif kepala singa dan gajah, untuk para wedana berupa serasah lung-lungan dan daun-daunan (ronronan), sementara untuk para putra dan kerabat keraton atau patih dalem mendapat ganjaran hadiah berupa pusaka berserasah emas dengan motif bunga anggrek.


BACA JUGA:


Pamor Keris biasanya dibuat dari sejenis logam bernama titanium yang diambil dari batu bintang (pecahan meteor yang jatuh ke bumi) , biasanya bahan pamor tersebut setelah jadi mempunyai warna khas putih cerah dan sangat kontras dengan besi ataupun baja dalam suatu Tosan Aji tertentu.

Cara tradisional yang dipakai waktu dulu dalam mengambil batu bintang adalah sebagai berikut: jika seseorang hendak memakai batu bintang yang ditemukan, biasanya tidak langsung mengambil batu tersebut (mungkin kalau sekarang bisa disebut radiasi) akan tetapi ditunggu sekitar 3-4 hari kemudian diambil tidak dengan tangan langsung lalu direndam dengan air selama seminggu, setelah itu di angkat dan dibersihkan dengan sabut kelapa atau dengan kuas, hasilnya batu tersebut akan mengeluarkan cahaya dan air rendaman terse but dibuang ke tempat yang jauh dart penduduk karena biasanya beracun. Setelah diambil ditumpangkan kedalam wajan besar dari baja dan ditaruh diatas api, jika sudah mengeluarkan gumpalan-gumpalan seperti kotoran maka batu tersebut sudah bisa diangkat dan dibersihkan. Batu tersebut kemudian dibungkus sesuatu dan ditumbuk sampai halus, bubukan inilah yang nantinya sebagai bahan pembuat pamor keris, disamping cara tersebut terkadang juga setelah digodok batu yang tidak terlalu besar langsung ditumpangkan ke bilah baja, karena lebih lunak maka baja akan luluh, namun dengan cara demikian pamor model luluhan tersebut kurang sinarnya dan daya serapnya juga rendah sehingga tidak begitu digemari.

160 total views, 0 views today

Baca Juga:

error: Content is protected !!