Friday, November 17Keris Semar ll Rahasia Pesugihan dan Pengasihan Paling Legendaris

Cara Memelihara Dan Menyimpan Keris Pusaka

Cara Memelihara KerisCara Memelihara Keris Dan Menyimpan Keris Pusaka – Semua orang yang mengenal budaya Jawa khususnya Keris, akan mengetahui bagaimana tata cara memelihara dan menyimpan  keris yang benar. Sehingga keris sebagai pusaka warisan leluhur Nusantara akan tetap awet dan terawat dengan baik.

Namun tidak sedikit di antara mereka yang memiliki keris tetapi tidak paham akan tata cara pemeliharaan dan cara menyimpannya dengan baik. Ini bisa jadi disebabkan banyak faktor, salah satunya, yaitu  kurangnya pengetahuan tentang dunia keris dan bisa jadi juga  pengetahuan yang di milikinya hanya  sepenggal-sepenggal  sehingga dalam pengaplikasian tata cara pemeliharaan dan penyimpanan keris pun tidak maksimal.

Perlu Anda ketahui dalam menyimpan keris berbeda  dengan menyimpan benda-benda semacam pisau, gergaji dll. Benda perkakas semacam pisau cukup di simpan di tempat yang aman saja tidak ada masalah, tentu tujuannya adalah agar jangan sampai digunakan untuk bermain-main oleh anak-anak karena berbahaya. Bisa jadi penyimpanannya cukup ditaruh saja, asal bisa memudahkan proses menggambilnya.

Tetapi menyimpan keris  atau benda pusaka yang termasuk Wesi Aji, tentu ada aturan dan tata caranya tersendiri. Untuk menyimpannya  keris harus kita perhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Keris yang didalam warangka janganlah disimpan secara lugas, tetapi harus dibuatkan salongsong (wadah), dan salongsong harus bisa menyimpan keris tersebut sampai tidak kelihatan sama sekali, mulai dari ujung pendok sampai ujung ukirannya.
  2. Selama dalam selongsong, keris jangan sekali-kali diberi hiasan untaian bunga, yang biasa dikalungkan di sekitar mendak. Sebab hawa sari bunga tersebut bila menguap, pasti tersedot atau diserap oleh keris itu ll)elalui celahcelah warangka terus masuk menempel di wilahan. Hal itu sangat merugikan, sebab uap dari bunga tersebut kebanyakan merupakan zat perusak yang kuat. Jadi kalau wilahan keris kalah kuat daya tahannya, pastilah keris akan mengalami “9rusakan, atau dinamakan kropok, atau gripis. Akhimya akan mengurangi nilai tentang apa-apanya terhadap keris itu sendiri

Cara Memelihara Dengan Memandikan Keris

Memelihara atau merawat keris tentu sangat wajib dilakukan, agar terjaga dengan baik. Maka dari itu perlu adanya perawatan khusus, cara perawatan ini biasanya dilakukan dengan cara memandikan keris. Untuk memandikan keris pun tidak sembarangan, sebaiknya diserahkan kepada orang yang sudah biasa melakukan. Namun demikian jika Anda terpaksa harus memandikan sendiri, maka bisa dilaksanakan dengan cara seperti berikut:

  1. Sediakanlah dua wadah (waskom atau apa saja) yang sekiranya cukup untuk menaruh keris. lsilah air separo dari wadah tersebut. Keduanya taburlah bunga-bunga secukupnya. .
  2. Dua buah pace yang sudah masak menguning, satu dipenyet campurlah dengan sedikit air, taruh atau diilingg di tempat yang kering (cangkir atau apa saja). Adapun yang satu biarkan utuh, tetapi belahlah menjadi dua.
  3. Buah Lerak secukupnya.
  4. Bubuk kayu Candana dan bubukan kayu jati yang halus. Kedua macam bubukan harus mempunyai wadah sendiri-sendiri.
  5. Ramuan Garu, Ratus, Rasamala, yang semuanya itu bisa dicampur menjadi satu wadah.
  6. 2 (dua) sikat dan dua lidi yang sudah diruncingkan dan kaos tangan.
  7. Ternpat rendeman yang biasanya dibuat dari kayu dengan ukuran 15 cm x 50 cm.
  8. Jeruk nipis atau jeruk pecel. Akan tetapi jeruk pecel dalam soal ini terlalu banyak mengeluarkan air dan terlalu lengket.

Kalau semuanya ini sudah tersedia, mulailah tempat rendaman diisi air kira-kira setinggi tiga jari. Setelah itu penyetan buah pace dicampurkan dengan air itu, dan berilah air jeruk (peresan) secukupnya. Ramuan ini dibiarkan selama 10 atau 15 menit.


Baca Juga:


Keris yang sudah lugas (ukiran lepas) peganglah dengan tangan kiri yang sudah memakai kaos tangan. Dan untuk pertama kali harus memegang pesinya. Siramlah keris itu (seperti memandikan orang) sampai merata dengan air dalam baskom.

Buah Lerak yang sudah dibuang isinya diberi air agar mengeluarkan busa. Busa tersebut untuk pengganti sabun. Dengan menggunakan sikat, keris yang basah tadi disikat berulangkali dengan air Lerak, sehingga kotoran-kotoran yang menempel di keris dapat segera hilang. Waktu menggosok keris dengan sikat, jangan sekali-kali membolak-balik. Sebaiknya mulai dari pesi sampai ganja, terus ke awak-awak hingga sampai pucuk ialah ujung atau runcing keris. Segalanya harus dengan pelan-pelan tetapi mantap.

Dengan berulang-ulang disikat, keris dengan sendirinya kelihatan semakin bersih. Kalau sekiranya sudah dianggap cukup kelihatan serat-serat pamor atau keris sudah nyata-nyata kebersihannya, bersihkanlah segera keris itu dengan menggunakan kain bersih. Cara membersihkan juga jangan membolak-balik, seyogyanya dengan cara memijit-mijitkan kain itu ke seluruh bagian.

Setelah itu bersihkanlah keris dan setelah bersih, keringkan keris itu. Selanjutnya masukkan ke dalam ramuan buah pace dan jeruk di tempat rendaman. Tunggu sampai sepuluh atau lima belas menit. Setelah itu angkatlah dan gosok keris dari rendaman dengan buah pace yang masih berupa bungkalan buah. Tidak perlu lama-lama, cukup satu dua menit saja. Sampai dapat diperkirakan bahwa buah pace itu air atau sarinya betul-betul melengket di keris tersebut. Ambillah ramuan Garu, Ratus, dan Rasamala, taburkan pada keris itu.

Sekiranya ramuan tersebut sukar didapat, boleh juga hanya dengan ratusnya saja. selanjutnya setelah ramuan itu sudah kelihatan melengket, biarkanlah dua atau tiga menit.  Dan nyalakan lilin dan taruhlah keris tersebut jarak lima jari di atas api lilin, gerakkan ke kanan ke kiri sehingga kering.

Gosoklah lagi dengan buah pace seperti di atas, dan seterusnya taburlah dengan bubukan kayu cendana, ambillah lilin dan nyalakan. Keris letakkan lagi di atas api lilin seperti apa yang sudah diterangkan di atas. Setelah kering jangan tunggu lama-lama segera oles lagi dengan buah pace, setelah itu taburkanlah bubukan kayu jati itu sampai merata. Jika keris sudah kering, jati itu harus dihilangkan dengan cara menyikat pelan-pelan sampai bersih.

Selesailah apa yang dinamakan siraman ini. setelah selesai keris mendapat siraman, jangan tergesa-gesa dimasukkan ke dalam warangka, tetapi dengan tekun bersihkanlah apa-apa yang masih tertinggal dengan menggunakan lidi runcing.

 

722 total views, 9 views today

Baca Juga:

error: Content is protected !!