Keris Semar Kuncung Bagaskara

Telah ditemukan, rahasia pesugihan dan pengasihan paling legendaris di tanah Jawa. Rahasia yang selama ribuan tahun hanya diketahui penasehat para raja.

Rahasia ini ada pada Keris Semar Kuncung Bagaskara, sarana pesugihan tanpa tumbal sekaligus pengasihan tanpa tanding yang secara langsung didapatkan Dewi Sundari dari alam supranatural.


Apa itu Keris Semar Kuncung Bagaskara?

Keris Semar Kuncung Bagaskara adalah keris bertuah pesugihan dan pengasihan yang Dewi Sundari dapatkan setelah bertirakat di Puncak Songolikur, Rahtawu, Kudus, Jawa Tengah. Karena memancarkan tuah pesugihan dan pengasihan sekaligus, Keris Semar Kuncung Bagaskara sangat cocok digunakan oleh pengusaha, pejabat atau siapapun yang ingin mendatangkan kekayaan tanpa batas, mempertahankan jabatan serta meningkatkan daya tarik maupun pesona.

Puncak Songolikur yang terletak di Wukir Rahtawu memang telah lama menjadi area pesugihan yang dikeramatkan masyarakat sekitar. Sebab di lokasi tersebut terdapat banyak petilasan tokoh Jawa Kuno, termasuk petilasan Semar yang dikenal sebagai penasehat para raja Jawa sekaligus empunya segala urusan asmara.

Sewaktu bertirakat, Dewi Sundari ditemui oleh wujud gaib Semar atau Sang Hyang Ismaya. Dari pertemuan pertama ini keduanya sepakat membuat janji. Sehingga pada tanggal-tanggal tertentu yang telah disepakati, Dewi Sundari selalu melawat petilasan Sang Hyang Ismaya secara gaib. Beliau bertandang untuk menyempurnakan ritual yang menjadi hajat sejumlah pihak. Kemudian sebagai tanda mata, diberikanlah Keris Semar Kuncung Bagaskara yang merupakan pegangan tertinggi di bidang pesugihan, jabatan, pengasihan dan kewibawaan sekaligus.

.


Khusus untuk Anda

yang memaharkan Keris Semar Kuncung Bagaskara pada tanggal baik ini,

maka Anda berhak mendapatkan bonus istimewa berupa Kantong Macan Semeru senilai Rp. 5.590.000

(hanya berlaku untuk hari ini)


.

Semar, Sang Dewa Asmara Penasehat Para Raja

Mustahil bila Anda belum pernah mendengar nama Semar. Salah satu tokoh Jawa Kuno yang paling menonjol ini dikenal dengan banyak nama, mulai dari Ismaya, Sang Hyang Tunggal hingga Ki Badranaya. Ibarat seorang sutradara, Semar memegang peranan sangat penting sebagai penasehat para penguasa, sekalipun bukan dirinya yang duduk di atas tahta. Tanpa bimbingan Semar, raja-raja Jawa pada masa lampau tidak mungkin meraih pencapaian terbesarnya.

Secara fisik, Semar digambarkan sebagai sosok bijaksana bertubuh pendek, berjambul kuncung dengan tangan kanan terangkat ke atas dan tangan kirinya di belakang punggung. Penggambaran ini tidak sembarangan, tangan kanan Semar yang menghadap ke atas memiliki makna bahwa segala kekayaan, kemuliaan dan cinta kasih di dunia ini bersumber dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sedangkan tangan kirinya yang berada di punggung berarti bahwa seorang manusia harus mengingat asal usulnya. Harus memahami siapa dirinya dan darimana ia berasal, sebab dari sanalah segala kemuliaan hidup sesungguhnya berawal.

Karena kharisma dan wibawanya, kehidupan Semar tidak pernah lepas dari urusan asmara dan pengasihan. Bahkan, sejumlah ilmu pelet dan pengasihan Jawa Kuno yang paling legendaris masih menyandang nama Semar. Contohnya seperti Ilmu Pengasihan Semar Mesem, yang mana kata mesem berarti tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa seulas senyuman Semar bisa meluluhkan sukma orang yang menatapnya.

Ada sejumlah pendapat mengenai asal-usul nama Semar. Ada yang mengatakan bahwa nama ini berasal dari ungkapan ‘haseming samar-samar’, ada pula yang menyebutkan bahwa nama Semar berasal dari kata dalam Bahasa Arab ‘samir’ yang berarti ahli makrifat. Sedangkan makrifat sendiri merujuk pada segala hal yang batin. Salah satu nama lain Semar, yakni Ismaya, secara bahasa juga bermakna ‘samar’. Jadi sekalipun ada beberapa pendapat yang berbeda, pada dasarnya nama Semar mengandung arti ‘samar-samar’. Seperti halnya cinta, yang bisa dirasakan tetapi tidak bisa dilihat secara nyata.

Dewi Sundari bertirakat di Puncak Songolikur

Puncak Songolikur yang menjadi lokasi tirakat Dewi Sundari terletak di Rahtawu, Kudus, Jawa Tengah. Dari namanya saja, kesakralan Rahtawu bisa diraba. Secara bahasa, Rahtawu memiliki arti ‘darah yang tercecer’. Darah yang dimaksud adalah trah atau keturunan. Konon, area keramat ini merupakan petilasan turun-turun dari Resi Manumayasa hingga Begawan Abiyoso yang dipercaya sebagai leluhur para raja tanah Jawa.

Sampai hari ini, masyarakat setempat masih merawat sejumlah petilasan tokoh-tokoh Jawa Kuno yang berada di area Puncak Songolikur. Termasuk diantaranya adalah petilasan Eyang Sakri (Bathara Sakri), Eyang Pikulun Narada, Bathara Guru, Eyang Abiyasa, Eyang Palarasa, Eyang Manik Manumayasa, Eyang Sang Hyang Wenang (Wening), Eyang Satrukem, Eyang Lokajaya, Eyang Mada, Eyang Suprapto dan sejumlah petilasan lain.

Di Wukir Rahtawu, haram hukumnya menggelar pertunjukan wayang. Penduduk setempat menuturkan bahwa bila sampai ada yang berani melanggar larangan tersebut, bencana akan muncul. Angin ribut akan menghancurkan rumah beserta dukuh yang mengadakan pagelaran wayang tersebut.

Dari Puncak Songolikur inilah Dewi Sundari mendapatkan keris bertuah yang kemudian dinamakan Keris Semar Kuncung Bagaskara. Kata bagaskara berarti matahari, sedangkan matahari memiliki sifat atau karakter yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin.

Matahari merupakan sumber energi yang menghidupkan bumi, menyinari dunia dan menghangatkan sekelilingnya tanpa henti. Tanpa matahari, tumbuhan tidak akan tumbuh dan manusia mustahil bisa bertahan hidup. Bahkan ketika malam tiba dan matahari tidak bisa memancarkan sinarnya secara langsung, ia akan menyinari bulan yang kemudian memantulkan sinar tersebut sebagai penghias malam. Demikian halnya dengan seorang pemimpin yang baik. Ia akan terus memberi, membimbing dan mengayomi orang-orang yang dipimpinnya sampai kapanpun.

Keistimewaan Keris Semar Kuncung Bagaskara

Diantara koleksi keris pusaka yang dimiliki Dewi Sundari, Keris Semar Kuncung Bagaskara merupakan salah satu yang paling istimewa. Mengapa demikian? Dewi Sundari menuturkan bahwa alasannya antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Ritual penarikan gaib untuk mendapatkan Keris Semar Kuncung Bagaskara tidak mudah. Prosesnya tidak sekali jadi, tetapi bertahap. Keris bertuah ini baru berhasil beliau dapatkan sebagai hadiah dari wujud gaib Semar setelah melewati beberapa kali proses tirakat.
  2. Berwujud antik dan unik. Banyak klien Dewi Sundari yang ketika berkonsultasi merasa tertarik hanya karena melihat wujudnya saja.
  3. Bertuah ganda, pesugihan dan pengasihan sekaligus
  4. Energinya kuat, murni dan positif
  5. Bebas pantangan, sebab Dewi Sundari telah secara khusus memagarinya secara gaib
  6. Cocok digunakan oleh siapapun, asalkan orang tersebut memiliki niat dan tujuan baik dalam menggunakan Keris Semar Kuncung Bagaskara
  7. Siapapun yang memiliki Keris Semar Kuncung Bagaskara akan secara otomatis menguasai Ajian Bagaskara Tunggal, suatu ilmu spiritual yang berkhasiat untuk memancarkan wibawa serta daya pengasihan tingkat tinggi melalui bacaan Mantra Aji Bagaskara
  8. Berkhodam Abdi Ismaya, yang merupakan khodam pelindung sekaligus penasehat berusia ribuan tahun.

Bagaimana cara menggunakan Keris Semar Kuncung Bagaskara?

Seperti halnya keris pegangan yang lain, Keris Semar Kuncung Bagaskara cukup disimpan saja dengan baik. Tidak perlu sesajen, tidak perlu perawatan khusus, tidak perlu dimandikan pada tanggal-tanggal tertentu. Semua ritual yang diperlukan telah ditirakatkan oleh Dewi Sundari.

Adakah pantangannya?

Sama sekali tidak ada. Keris Semar Kuncung Bagaskara dijamin bebas pantangan, bebas tumbal dan bebas resiko apapun.

Siapa yang boleh menggunakan Keris Semar Kuncung Bagaskara?

Siapapun boleh, asal niatnya benar dan bertujuan kebaikan. Baik laki-laki maupun perempuan dari latar belakang keyakinan dan suku bangsa manapun boleh menggunakan Keris Semar Kuncung Bagaskara sebagai sarana pendukung jabatan dan kharisma.

Saya ingin memiliki Keris Semar Kuncung Bagaskara, bagaimana caranya?

Bagi Anda yang ingin memiliki Keris Semar Kuncung Bagaskara, silakan hubungi Staf Administrasi kami. Anda bisa mendapatkan Keris Semar Kuncung Bagaskara dengan mengganti mahar yang semata-mata merupakan pengganti biaya pelayanan dan pengganti biaya kelengkapan ritual kami saja.

Mahar Keris Semar Kuncung Bagaskara Rp. 19.990.000

Selanjutnya – Kisah Penarikan Keris Semar Kuncung Bagaskara

Baca Juga: